semua...........

Rabu, 05 Januari 2011

OBSESI


Terkadang, orang mempunyai satu tujuan hidup. Capai tujuan itu mati-matian. Rasanya hidup terasa hampa apabila tujuan itu tidak terlaksana atau gagal ditengah jalan. Dan kalau sudah tercapai, rasanya sangat bangga.
Aku berada dalam sebuah OBSESI yang selalu mengacaukan pikiran. Tujuanku belajar, tujuanku dating kesekolah, tujuanku hidup untuk mendapatkan ‘Sahabat’. Itu saja.
Tapi, dalam pencapaianku mencari sahabat aku tidak pernah mendapatkan jalan keluarnya, bagaimana aku bisa mendapatkan sahabat?
Dan pertanyaan-pertanyaan serupa seperti tadi selalu menyesakkan kepalaku.
Aku putus asa.
***
Pagi itu aku masuk SMP N 1 kota bengkulu, melanjutkan studi. Sambil tentunya, mencari sahabat. Di sekolah, aku bukanlah anak yang pandai bergaul, atau pandai berbicara. Setiap kata yang keluar dari mulutku, adalah ocehan aneh yang hanya membuat bising. Setiap gerakan yang kulakukan, hanyalah tindakan sia-sia.
‘Cewek Cupu’, itulah julukanku. Tak pernah kuminta, dan tidak pernah ku harapkan, julukan itu muncul begitu saja. Tapi itu semua tidak bisa menembus pemikiranku, yang hanya berisi pertanyaan ‘how to serch good best friend’, atau ‘what should I do for serch best friend’.
Hari-hari di sekolah kulalui penuh dengan beban. Karena OBSESI tadi, tidak membiarkanku berbuat apa-apa selain mencari teman sejati. Dengan susah payah ku kesampingkan dulu OBSESI tadi. Dan apa jadinya? Aku menjadi orang yang tidak memiliki semangat hidup.
Lalu ia datang. Bak Hero, ia mengajakku mengobrol. Lalu aku mulai berpikir, bahwa ialah teman sejatiku. Dan sejak saat itu, aku tidak bisa melepasnya lagi. Setiap hari, setiap saat, setiap detik yang kulakukan hanyalah mengikutinya, berusaha mengajaknya mengobrol, mengajaknya bermain, mengajaknya menginap. Ya, aku ingin memberikan yang terbaik untuk sahabatku yang satu ini. Seluruh energi yang kupunya, seluruh usaha yang kupunya, seluruh hidupku kucurahkan untuknya.
Tapi, aku tidak tahu apa yang membuatnya menjauh. Ia lebih memilih berteman dengan teman-teman lainnya. Meninggalkan ku sendiri, saat aku mengajaknya pergi, ia menolak, ketika aku sudah menunggunya, ia tidak datang, betapa kecewanya aku. Hatiku hancur. OBSESIku terlalu tinggi untuk mendapatkan sahabat, sehingga membuatku melambung. Lupa bahwa aku adalah orang yang cupu’, kuper, tidak mode. Lupa bahwa semua orang tidak menyukaiku. Lupa bahwa aku ini adalah orang yang TIDAK pantas dianggap ‘Teman’.
apakah kau mau menjadi sahabatku?”
Hening sejenak
maaf ya ren, aku punya banyak janji dengan teman sehingga aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu sekarang”
Ia pergi
 apakah kau mau menjadi sahabatku?”
Hening
tidak”
Sungguh, benar-benar obsesi yang tinggi. Aku hancur. Hancur. Aku dihempas perasaan tak menentu hingga terbanting di lautan emosi.
Aku tidak bisa menyalahkan siapapun. Aku tidak bisa menyalahkan diriku sendiri. Aku bisa menyalahkan OBSESI.
***
Kuharap, tidak ada yang menempatkan dirinya pada OBSESI yang terlalu tinggi seperti meletakkan cita-cita diatas bintang  Karena kalau jatuh, rasanya sakit sekali.

(pengalaman pribadi, aku dan perasaanku 20 desember 2010 18:44 p.m)