Mita sibuk berkeliling di toko aksesoris ‘intan’ untuk mencari kado ulang tahun buat wini. Sahabatnya yang satu ini akan berulang tahun ke-12 minggu depan. Mita sendiri bingung apa yang cocok buat wini yang suka bercanda.
“wini suka yang mengagetkan tapi lucu. Wini nggak suka yang terlalu formal dan serius. Jadi apa ya?” kata mita pada dirinya sendiri. Ditoko ini, mita mendapat 3 pilihan. Yaitu gelang bertuliskan friend’s forever, lalu stiker laptop bergambar spongebob, kesukaan wini, lalu satu lagi adalah komik kesukaan wini.
“ah, wini nggak suka biasa!” putus mita. Ia keluar dari toko itu dan akhirnya pulang kerumahnya. Mita berbaring di kasur, menatap pajangan foto mereka berdua.
“ kenapa aku tidak berkonsultasi pada mbah dukun? Eh, danu” kata mita sendiri. Ia mencari danu, kakaknya yang jahil nan lucu. Biasanya danu bisa memecahkan masalah mita. Lagipula selera humor danu dan wini sama.
“kak, kalau wini ulang tahun, enaknya kasih apa ya?” Tanya mita. Danu yang sedang menge-cat ulang sepedanya berhenti sebentar.
“hmm… apa ya? Sebentar, wini yang anaknya gigi jelek itu ya?”Tanya danu mengejek.
“plis deh kak, ini serius. Kira-kira kado apa yang cocok untuk wini?” Tanya mita lagi. danu tertawa.
“oke-oke. Datang aja ke toko jahil si bule. Nanti cari aja hadiah yang cocok” kata danu sambil kembali mengocok cat piloxnya.
Dengan cepat mita pergi ke toko jahil ‘naughty shop’. Disana ada beberapa teman kakaknya yang mita kenal.
“cari apa poni keriting?” Tanya david, pemilik toko itu. Mita tidak menggubris david. Ia sibuk berkeliling lagi. sebuah jepitan kumbang menarik perhatiannya.
“kak, ini berapa?” Tanya mita pada david.
“gratis buat kamu” kata david tersenyum nakal. Mita melirik curiga. Diambilnya sebuah jepitan itu, lalu meletakkannya ditangan david. Tiba-tiba ada air berwarna oranye menyebur dari atas jepitan itu. Mita merengut kesal, lalu keluar dari toko jahil itu.
Mita pulang lagi kerumah. Sia-sia pencariannya seharian ini. Ia ingin sekali memberikan kado ultah yang lucu, dan bisa membuat wini ingat terus sama dia. Tiba-tiba, sepintas ide lucu yang tidak akan terbayangkan sebelumnya. Mita langsung bergegas ke toserba yang ada di seberang jalan. Tak lama kemudian, ia keluar membawa kotak yang tersampul rapi dengan kertas kado berwarna pink. Isinya? Ada deh!
***
Pesta ultah wini diselenggarakan di puncak. Semua tamu yang berjumlah 20 orang teman-teman akrab wini sedang menyanyikan lagu ‘selamat ulang tahun’ untuk wini. Wini tersenyum senang. Acaranya berjalan mulus. Dan tepat jam 12 malam, acara baru berakhir. Para tamu sudah memasuki villa wini dan beristirahat. Mita diajak masuk kekamar wini buat menemani membuka kado.
“yang mana deluan ya mit?” Tanya wini.
“yang itu aja! Yang paling besar” jawab mita memberi usul. Wini dengan senyum cerianya dengan lincah membuka kado pertama yang terbesar itu.
“wow! Isinya perlengkapan sekolah!” kata wini.
“akukan tidak suka ke sekolah. Nampaknya semua orang menyuruhku rajin sekolah ya!” kata wini lagi bercanda saat mendapati kado kelimanya alat tulis lagi.
“hahaha! Mungkin” kata mita. Ia mengumpulkan sampah kertas yang berserakan. Mita terkikik.
“wini… wini… kamu nggak hapus make up mu? Luntur tuh!” kata mita disusul dengan tawa wini yang khas.
“betul! Aku terlalu semangat ya?” gurau wini berdiri dan berjalan menuju wc untuk cuci muka. Disaat itu, mita mengeluarkan kado spesialnya lalu meletakkannya di antara tumpukan kado yang lain. Wini kembali lagi dengan baju biasa. Rambutnya dikuncir kuda. Ia siap membuka kado yang lain.
“ayo kita buka lagi”
“wow! Boneka!” seru wini.
“casing hp!”
“voucher pulsa!”
“buku cerita!”
“bingkai foto!”
“pinsil lagi!”
“boneka lagi”
“ya… gitu-gitu doang!” gerutu wini memandang hadiah-hadiah yang sudah selesai di buka.
“yang itu belum win!” seru mita. Kadonya belum dibuka wini. Mungkin jadi yang paling mengejutkan-dan special
“oke, semoga bukan pinsil, bukan pena, bukan boneka, bukan buku, bukan penghapus, bukan bingkai foto, bukan..” kata wini berdoa sambil memegangg kado terakhir itu.
“sudah lah, win. Panjang banget doa mu!” kata mita. Wini tertawa.
“ya… ya. Kayaknya kau semangat banget sama kado yang ini. Punyamu ya???” Tanya wini penuh selidik.
“hehe. Iya” ucap mita sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“ha!!!” wini kaget melihat isi kado dari mita! Sebuah sikat gigi warna pelangi dan juga pasta gigi kecil.
“hahaha!!!!” lanjut wini beberapa saat kemudian. Ia merangkul mita.
“thank’s ya! Ini kado paling lucu dan paling berguna!” kata wini. Mita senyum-senyum. Gigi wini memang kuning seperti jagung. Kenapa wini tidak sikat gigi coba? karena sikat giginya malas diganti dan sekarang bentuknya sudah macam sapu ijuk. Jarang ada yang menegurnya agar sikat gigi. Wini… wini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bicara, hati-hati!
Tapi kalian bisa ngomong apa saja kok di kotak fira!