semua...........

Kamis, 02 Desember 2010

Kakakku nakal, cerewet, cemburuan, dingin, suka marah-marah. Tapi paling baik sedunia...

“do!!!” teriak kak sisil. Duh, benar-benar deh. Hari ini sudah 3 kali aku diteriaki begini. Padahal aku lagi asyik mengerjakan prakaryaku, yaitu tempat tisu berbentuk kapal dari stik es-krim. Ada-ada saja yang di perintahkan oleh kak sisil. Mulai dari menyapu kamar, membereskan tempat tidur, meletakkan handuk dan pakaian kotor pada tempatnya, membereskan buku-buku, dan juga lain-lain. Ya ampun... rasanya jengkel banget. Habis, teriakan kak sisil melebih suara ledakan bom atom (sebenarnya nggak segitu juga sih) tapi setiap kak sisil teriak, aku selalu kaget dan stik eskrimku langsung lepas dan menempel di meja. Lemnya juga kuat. Jadi susah dilepas.
“dodo! Sini dong!” kata kak sisil. Malas banget. Jadi kujawab saja singkat.
“malas ah kak. Sebentar” ujarku tak kalah keras.
“penting!” teriak kak sisil lagi.
“tidaaaaaak” teriakku lagi. mungkin kak sisil sekarang sedang menggerutu sambil menghentakkan kakinya. Begitulah kebiasaan kak sisil. Sangking seringnya menghentakkan kaki, ekor elmo yang gemuk terjepit dan dengan refleks mencakar kaki kak sisil yang mulus.
“ya sudah. Kakak Cuma mau kamu pilih eskrim yang kamu suka” kata kak sisil datang kekamarku sambil menjilati eskrim cone blueberry kesukaannya. Dan… aku hanya bisa meneguk air liur melihatnya. Aku berusaha tidak menyesal karena telah menghiraukan panggilan kak sisil.
***
Pulang sekolah hari ini, aku ingin mengecek keadaan PS 2 kak boy, kakak laki-lakiku. Kak boy kembar dengan kak sisil. Tapi kak boy sekarang sudah masuk pesantren laki-laki.
Oya, besok aku mau ulang tahun. Dan, seperti biasa, geng, eh teman-teman ku di kelas mau ke rumah. seperti adat geng ku, jika berulang tahun harus mengundang teman-teman lalu bermain playstation bersama-sama.
“kak sisil, PS kak boy kemana?” tanyaku pada kak sisil. Biasanya kak sisil yang membereskan kamar kak boy dan memegang kuncinya.
“nggak tau. Kamu cari aja deh. Nih kuncinya” kata kak sisil seraya emberikan sebuah kunci yang digantungkan dengan gantungan kunci hello kitty. Kalau kak boy lihat gantungannya, pasti langsung histeris deh!
Sudah 15 menit kususuri kamar kak boy. Padahal tidak terlalu luas. Tapi karena terlalu banyak buku dan mobil-mobilan remote, susah juga mencarinya.
“hah.. capek” ucapku sambil mengusap peluh. Walaupun tadinya aku bersemangat karena teman-temanku mau datang, tapi aku mulai putus asa bagaimana kalau PS-nya kak boy rusak atau nggak ketemu sampai besok? Mati aku.
“kalau di lemari ini nggak ada, gimana ya?”  pikirku. Setelah ‘mengheningkan cipta’ dalam beberapa saat, aku membuka lemari koleksi kak boy. Isinya kumpulan buku komik kesayangan kak boy serta mobil-mobilan kayu yang sering dibuat kak boy saat masih sekolah dasar. Itu dia! Kotak PS berwarna putih biru. Kulirik isinya. Kosong!
Aku hampir menangis. Tapi ketika kudengar pintu kamar kak boy berderit dan wajah kak sisil muncul, seketika kesedihanku berubah jadi gengsi.
“dah temu? Tanya kak sisil. Aku menggeleng.
“kakak lihat tidak?” Tanyaku. Kak sisil menggeleng. Lalu melenggang keluar dengan perasaan tidak bersalah. Aku curiga dengan sikap kak sisil itu. Kuputuskan untuk melapor atas sikap kak sisil itu pada ayah. kebetulan ayahku malam nanti akan pulang dari bandung. Kalau ibu? Ibu sedang pergi ke jepang mengurus S2 nya.
***
Sip! Ayah sedang membaca Koran. Pasti jikalau ditanya hanya menangguk-angguk saja. Cocok buat bertanya tentang hal PS itu.
“yah, ayah lihat playstation kak boy tidak?” Tanyaku pelan.
“apa?”
“PS  kak boy  yang ayah belikan waktu ulang tahun kak boy ke-9”
“ooh”
“ayah tau dimana?”
“mungkin ibu kunci di lemari”
“nggak ada yah”
“ya sudah”
“umm”
“memangnya mau ngapain?”
“besok dodo sama teman-teman mau main yah. Sekali setahun bermain PS. Cuma waktu ulang tahun dodo besok aja yah”
“oh”
“yah, dodo sudah janji sama teman-teman, mau main PS bareng. Kalau nggak ada gimana?”
“ya, maunya gimana?”
“belikan PS dong yah… besokkan dodo ulang tahun”
“hmm… kalau begitu, kita berangkat sekarang saja. Besok ayah mau ke jerman”
“berangkat ke mana?”
“berangkat ke mall dong. Panggilkan kak sisil ya!”
“kok ajak kak sisil sih?”
“ya, kasihan kak sisil ditinggal sendiri. Lagipula ayah sudah janji membelikan kak sisil HP baru. HP kak sisilkan ayah pake”
“o, makasih ya, yah. Aku panggilkan kak sisil dulu ya!”
“ya”
***
“kak  sisil!!!” panggilku.
“ada apa?” Tanya kak sisil dari dalam kamarnya. Sebelum masuk, ku ketuk dulu pintunya. Daripada nanti kak sisil teriak lagi?
“kita diajak ayah pergi ke mall. Ayah mau belikan Hp kakak” kataku sopan.
“ya, kakak ganti baju dulu”
***
Sesampainya di mall, kami pergi dulu ke sebuah toko handphone. Setelah lama memilih, kak sisil memilih Hp merek N97. Layar sentuh, tapi kupikir itu lelet. Tapi kak sisil tidak mengubris dan tetap memilih Hp itu.
Sampai di toko playstation, aku langsung memilih sebuah PS yang  masih baru. Keren. Tapi sebelum aku meminta ayah membayarnya. Kak sisil menepuk pundakku. Aku menoleh. Ayah juga.
“yah,dodo, sebenarnya PS nya kak boy itu sisil yang simpan” kata kak sisil polos tanpa perasaan bersalah. Aku kaget. Begitu juga ayah. dasar kak sisil. Nakal banget sih!
“ya… kenapa kakak tidak bilang?”
“kamu tidak Tanya kok”
“sisil… sisil. Jadi sekarang kamu mau ngapain?”
“mau membelikan dodo kaset PS 2 Dan membelikan memory card buat dodo sebagai hadiah ulang tahun dodo” kata kak sisil lagi.
“ah.. kakak emang pintar dan baik” kata ayah tersenyum. Aku juga mengangguk-angguk.
“kak, kenapa kakak menyimpannya?”
“karena kalian berdua (aku dan kak boy) suka bermain berdua saja. Aku tidak pernah diajak main. Terus kalian tidak pernah membersihkannya sih” ujar kak sisil.
Ah, mulai lagi deh, sifat cerewet dan cemburuan kak sisil.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bicara, hati-hati!
Tapi kalian bisa ngomong apa saja kok di kotak fira!