semua...........

Minggu, 10 Juli 2011

POP CORN (cerpen abstrak)

“Nonton yuk!” Ajak Ocha, teman-teman sekelasku yang lain pada mengangguk-anggukkan kepala, memohon padaku agar partner nonton mereka tambah banyak. “Ayolah.. daripada nunggu di sini? Menyerahkan diri pada terik matahari? Enakan duduk-duduk santai di bioskop, dingin…” Tawar Arin.
“Tapi mahal,” Jawabku pelit. Uang jajan bulananku sudah habis setengahnya pada tanggal 7 kemarin, sekarang sudah harus hemat! “Ya udah, kamu aku traktir deh!” Potong Gina. Ia sudah tidak tahan dengan panasnya matahari musim panas. “Asyik!” seruku. Yang lain langsung meninggalkanku yang masih lonjak-lonjak. Akhirnya, kami sampai juga di bioskop satu-satunya di provinsi kami, ingat, provinsi, bukan kota.
Walaupun satu-satunya, bioskop13 ini, keren banget! Semuanya perfek, karena mungkin sudah standar nasional. Dan menurutku, bioskop ini adalah tempat termewah di provinsi!
Film.. film.. yah, kami datang disaat yang tidak tepat, dimana tidak ada film bagus, film horror indonesia? Ah, membosankan! Film horror manca negara? Pasti banyak adegan ‘biru’nya. Ah, aku sudah bosan deluan. Rasanya mau pulang aja, padahal dibayarin. “Nonton ini aja yuk!” seru Jani, menunjuk salah satu film. Hmm… film tentang partai-partai indonesia? Nggak ah.
Sialnya, semuanya ikut-ikut aja. Kan, tujuan kami kesini Cuma untuk ngadem.
Gita menarik uang 15.000 per anak untuk membayar tiket, kecuali aku, haha. Kami menunggu, dan akhirnya, pintu teater 3 dibuka juga. Tapi ada 2 orang kawan yang masih di supermarket, lagi beli makanan. Kami tahu kalau beli makanan diluar nggak boleh sama pihak bioskop, tapi, semua yang dijual bioskop itu mahal-mahal!
Hei, sebenarnya kita baru masuk inti cerita loh!
Mereka belum kembali juga. Ocha dan Jani membeli pop corn cinema21. Aku ikut-ikutan melihat makanan-makanan yang dijual disana. Mereka membeli pop corn biasa, patungan berdua. Aku melihat makanan kemasan, baunya manis. Kuraih satu, pop corn caramel. Hmm.. sound s great*.
“Harganya berapa, mbak?” tanyaku cepat. “10 ribu.” Jawab si-mbak sama cepatnya denganku. aku merengut. Ih, mbaknya sombong. Hampir aku membatalkan pembelian. Tapi karena bau manis itu, kuabaikan saja tindakan acuh tadi. Kukeluarkan uang 10 ribu yang kusimpan-simpan untuk akhir bulan. Gina melirikku tajam.
“Nggak ada uang buat beli tiket, kok beli pop corn?” tanyanya. “kalau buat tiket sih, nggak ada, tapi kalau buat makanan, ada.” Jawabku seenaknya. Gita merengut, bibirnya dimajukan 2 senti. “Pokoknya ntar bagi aku!”
Lihat saja nanti, kalau masih sisa. Hahaha…
Mbak-mbak penjaga counter saling berbisik. Hah, ada apa ini? aku sempat mendengar,” harganya sudah naik!” Dan, “apa iya?”
“Maaf dek, harga pop cornnya 12 ribu, mbak baru tahu.” Kata si mbak padaku. Heh? Kenapa harganya naik secepat ini? aku ingin batal lagi, mahal sekali! Pop corn yang dibeli ocha dan jani saja, hanya 8 ribu. Tapi bau manis itu datang lagi dan membisikkan, “Ayolah, rasakan rasa yang begitu menggugah… makanlah kami, lupakan harga.”
Aku mengorek kaus kakiku, biasanya ada beberapa uang receh disana. Ada uang 1000   logam! Lalu aku baru beralih pada kantung-kantung tas. Alhamdulillah, ada uang 1000 lagi.. walaupun lecek, aku senang bertemu kertas satu itu. kuletakkan di meja kasir. Mulanya mbak itu agak mengerinyit ketika menyentuh uang logamku. Haha, logam satu itu sudah berada di dalam kaus kakiku selama satu minggu dan belum dicuci! Aku tahu itu agak jahat, tapi, aku tidak punya uang lagi.
Kusambar salah satu kemasan pop corn caramel dan membawanya masuk ke teater 3. Aku sudah nggak sabar lagi. Bukan tidak sabar untuk nonton, lebih tepatnya, tidak sabar untuk makan. Kalau langsung dimakan, pasti akan mengurangi rasanya. Akhirnya, aku sampai ke kursiku dan duduk nyaman. Penerangan dimatikan dan film mulai diputar. Aku menoleh ke arah kawan-kawanku, perhatian mereka semua teralih ke film. Ini saatnya! Kubuka bungkusnya, kuuhirup baunya, kuambil satu, kumakan. Krenyes! Krenyes! ENAK BANGET!
Percaya pada cinta pada kunyahan pertama? Aku iya. Aku jatuh cinta pada pop corn caramel ini. 13 tahun aku hidup, puluhan kali memakan pop corn, baru kali ini aku merasakan pop corn manis seenak ini. Rasaya menyamai harum manis. Aku memakannya pelan-pelan, takut habis terlalu cepat.
Film nya membosankan, tapi karena ada pop corn, aku merasa betah didalam bioskop. Dan ketika pop cornnya habis, aku sedih sekali. Rasanya seperti berpisah dengan orang terkasih.
I LOVE YOU, POP CORN CARAMEL, TASTE THE MOST DELICIOUS I'VE EVER FELT.
Begitulah ceritanya, pertama kali aku merasakan pop corn terenak. Memang agak lebay, tapi kau mungkin akan merasakan perasaan yang sama denganku.
Oke, selamat mencoba!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bicara, hati-hati!
Tapi kalian bisa ngomong apa saja kok di kotak fira!